Malang – SMP Negeri 27 Malang melalui Program Singo Mbois (Sistem Grafologi Berbasis Literasi Dasar Siswa) berupaya memperkenalkan akses layanan psikologi digital demi memenuhi kebutuhan psikologis siswa. Langkah strategis ditujukan untuk mendapatkan umpan balik yang heterogen yang tidak terpaku pada sekolah formal, akan tetapi menyasar pada PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar). Jalinan kerjasama yang ditujukan untuk mengetahui kompetensi literasi dan kondisi psikologis siswa yang sedang menempuh pendidikan non-formal di PKBM Ki Hadjar Dewantara dan PKBM Al-Khadijah yang masing-masing terletak di wilayah Kelurahan Bakalan Krajan dan Kelurahan Lesanpuro.
Sinergi ini diinisiasi untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang berada di luar jalur pendidikan formal dan putus sekolah. Rincian Program yang diusung dalam MoU ini tidak hanya berfokus pada kemampuan dasar membaca dan menulis, tetapi juga berfokus pada pelayanan psikologis siswa. PKBM dipilih sebagai mitra strategis karena posisinya yang mengakar kuat di masyarakat dan fleksibel dalam menerapkan metode pembelajaran.
" Lewat MoU ini, kita ingin memastikan layanan psikologis bagi semua siswa dengan menekankan peningkatan literasi dasar siswa," ujar Risky Herrys selaku ketua Inovasi Teknologi.
Melalui penandatanganan kerja sama ini, diharapkan angka literasi nasional dapat terus meningkat secara signifikan, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi semua kalangan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pelayanan psikologis yang disediakan melalui aplikasi digital.
Teken MoU dengan PKBM, Kenalkan Layanan Psikologis Berbasis Literasi bagi Semua Kalangan
Pelayanan Psikologis
Literasi Dasar Siswa
Literasi Dasar Siswa