Strategi 'Reading Choice': Cara SMPN 27 Malang Memanusiakan Literasi
Menghadapi tantangan rendahnya minat baca remaja, SMP Negeri 27 Malang meluncurkan program "Reading Choice" di perpustakaan sekolah. Program ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran humanis yang memberikan otonomi penuh kepada siswa untuk memilih bahan bacaan sesuai dengan minat pribadi mereka.
Berbeda dengan sistem literasi konvensional yang sering kali mematok daftar buku wajib, pendekatan ini menghargai keunikan setiap individu. Siswa yang memiliki minat pada olahraga diberikan akses luas pada biografi atlet dunia, sementara mereka yang berbakat di bidang seni rupa didorong untuk mengeksplorasi buku-buku visual dan estetika.
Kepala Sekolah SMPN 27 Malang menegaskan bahwa tujuan literasi humanis adalah membangun kenyamanan. Ketika siswa merasa kebutuhan minatnya terpenuhi di perpustakaan, hambatan psikologis terhadap buku akan runtuh dengan sendirinya. Hasilnya, kunjungan harian ke perpustakaan meningkat signifikan karena siswa merasa perpustakaan adalah ruang yang "mendengar" keinginan mereka.
Berbeda dengan sistem literasi konvensional yang sering kali mematok daftar buku wajib, pendekatan ini menghargai keunikan setiap individu. Siswa yang memiliki minat pada olahraga diberikan akses luas pada biografi atlet dunia, sementara mereka yang berbakat di bidang seni rupa didorong untuk mengeksplorasi buku-buku visual dan estetika.
Kepala Sekolah SMPN 27 Malang menegaskan bahwa tujuan literasi humanis adalah membangun kenyamanan. Ketika siswa merasa kebutuhan minatnya terpenuhi di perpustakaan, hambatan psikologis terhadap buku akan runtuh dengan sendirinya. Hasilnya, kunjungan harian ke perpustakaan meningkat signifikan karena siswa merasa perpustakaan adalah ruang yang "mendengar" keinginan mereka.
Layanan sekolah