← Kembali ke Artikel

Lebih dari Sekadar Skor: Menemukan Jati Diri di Lapangan SMPN 27 Malang

Lebih dari Sekadar Skor: Menemukan Jati Diri di Lapangan SMPN 27 Malang
Di lapangan basket SMPN 27 Malang, keringat yang bercucuran bukan sekadar pengejaran angka di papan skor. Di bawah payung pembelajaran humanis, olahraga di sekolah ini diubah menjadi laboratorium karakter. Guru olahraga tidak lagi hanya berdiri dengan peluit dan perintah seragam, melainkan menjadi "coach" yang mendengarkan aspirasi siswa.
Siswa yang memiliki minat tinggi di sepak bola diberikan porsi latihan taktis yang lebih dalam, sementara mereka yang lebih menyukai olahraga rekreasi seperti bulu tangkis atau senam ritmik diberikan ruang untuk mengeksplorasi gerak sesuai kenyamanan fisik mereka.
"Kami tidak memaksakan siswa yang berbakat di seni untuk menjadi atlet lari, tapi kami mengajak mereka melihat olahraga sebagai bentuk apresiasi terhadap tubuh sendiri," ujar salah satu guru PJOK. Di sini, bakat atletik tidak dipandang sebagai kewajiban kurikulum, melainkan potensi unik yang dirayakan.
Layanan sekolah