← Kembali ke Artikel

Jalin Kerjasama dengan Berbagai Pelaku Pendidikan, Upaya Singo Mbois Menyediakan Bahan Bacaan yang Relevan bagi Siswa

Jalin Kerjasama dengan Berbagai Pelaku Pendidikan, Upaya Singo Mbois Menyediakan Bahan Bacaan yang Relevan bagi Siswa
Pelayanan Psikologis
Kompetensi Literasi
MALANG – Akses terhadap bahan bacaan yang bermutu dan sesuai dengan perkembangan zaman masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan saat ini. Menjawab persoalan tersebut, sebuah inisiatif progresif muncul melalui kolaborasi strategis antara Team Inovasi Teknologi Singo Mbois dari SMP Negeri 27 Malang dengan berbagai pelaku pendidikan yang dimulai dari pegiat literasi, yaitu TL (Teras Literasi) dan Sabaro (Sanggar Baca Lesanpuro) dan pelaku bisnis pendidikan, yaitu Bimbingan Belajar Forum Guru.
Langkah ini diambil untuk menjembatani kesenjangan antara ketersediaan buku di perpustakaan sekolah dengan kebutuhan real siswa di era digital. Dengan menggandeng para guru, akademisi, penerbit lokal, hingga komunitas literasi, gerakan ini berkomitmen menghadirkan bahan bacaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga kontekstual dan adaptif terhadap kurikulum terbaru.
"Siswa bukannya tidak mau membaca, seringkali mereka hanya bosan dengan pilihan buku yang itu-itu saja dan tidak relevan dengan kehidupan mereka hari ini” ujar Suyati selaku penyedia bahan bacaan dari Teras Literasi.
Pihak sekolah yang telah terintegrasi dalam program ini menyambut positif perubahan signifikan yang mulai terlihat pada siswa. Ketersediaan bahan bacaan baru yang segar dan interaktif terbukti mampu meningkatkan kunjungan ke perpustakaan sekolah secara drastis.
“Melalui kolaborasi dengan para pelaku pendidikan, kita ingin memastikan setiap lembar yang mereka baca memberikan dampak nyata bagi pola pikir mereka" ungkap Arif dari Sabaro (Sanggar Baca Lesanpuro).
Pihak sekolah yang telah terintegrasi dalam program ini menyambut positif perubahan signifikan yang mulai terlihat pada siswa. Ketersediaan bahan bacaan baru yang segar dan interaktif terbukti mampu meningkatkan kunjungan ke perpustakaan sekolah secara drastis.
Melalui upaya masif dan terstruktur ini, diharapkan ekosistem pendidikan tidak hanya sekadar melahirkan siswa yang bisa membaca, melainkan generasi literat yang mampu menyerap, menyaring, dan mengolah informasi dengan bijak demi masa depan yang lebih cerah.